Business

Klik untuk memesan Web Hosting dengan jaringan terbaik dan tercepat saat ini

Sejarah Gandong Negeri Tihulale - Kailolo

Sejarah Pela Gandong Negeri Tihulale - Kailolo
Sejarah Gandong Negeri Tihulale - Kailolo. Hubungan Gandong antara Negeri Tihulale dan Negeri Kailolo diawali sekitar tahun 1930, dimana pada saat itu diadakan lomba arumbai dan masyarakat dari Negeri Tihulale serta Negeri Kailolo bergabung dalam satu perahu sebagai peserta serta kemudian memenangkan lomba arumbai tersebut. Sejak saat itu kedua negeri kemudian melakukan ikatan persaudaraan yang kemudian dilanjutkan kembali pada tahun 1932, saat proses pembangunan Masjid Jammi Nandatu di Negeri Kailolo.

Semua kayu untuk pembangunan Masjid Jammi Nandatu didatangkan dari Negeri Tihulale kemudian sisa tehel dari proses pembangunan Masjid Jammi Kailolo diserahkan untuk pembangunan Gedung Gereja Beth-Eden Jemaat Tihulale Klasis Kairatu. Proses pembangunan gereja tersebut dilakukan pada tahun 1935, dimana kayu untuk pembangunan gereja jemaat Tihulale itu sama seperti kayu untuk pembangunan Masjid Kailolo.

Sejarah Pela Gandong Negeri Tihulale - Kailolo

Ikatan persaudaraan warga Kailolo (Sahapori) dan Tihulale (Amalesi) dilakukan secara adat di Baileo Negeri Tihulale, dimana raja kedua negeri dan tetua adat secara bersama-sama mengucapkan ikrar, agar ikatan persaudaraan yang terbina sejak 78 tahun silam itu tetap terbina untuk selama-lamanya. Sebagai wujud penyatuan kedua negeri dalam merajut ikatan persaudaraan yang terbina 78 tahun silam itu, tetua-tetua adat kedua negeri melakukan upacara adat dengan minum air putih secara bersama-sama, dimana air putih yang mereka minum melambangkan persaudaraan yang mereka rajut kembali itu dengan ikhlas dan suci seperti air untuk selama-lamanya.

Sejarah Pela Gandong Negeri Tihulale - Kailolo

Kedua Negeri sepakat untuk setiap tiga tahun di gelar acara ikatan persaudaraan dalam rangka mengingatkan kepada generasi muda kedua negeri agar ikatan antara kedua negeri tidak putus. Raja dari kedua Negeri menyerukan kepada warganya agar kedua negeri terus menjaga dan melestarikan apa yang dilakukan sejak 78 tahun silam, dimana warga kedua negeri dimanapun berada untuk sama-sama saling menyatu, menyapa satu sama lain dan saling membantu baik dalam keadaan suka maupun duka.

Post a Comment

0 Comments